Membicarakan kuliner Kota Malang pasti selalu identik dengan bakso. Mulai dari bakso legendaris yang sudah berusia puluhan tahun hingga bakso inovasi yang namanya mulai menanjak, semua lengkap tersedia. Kali ini Malang Post mengupas salah satu warung bakso yang berada di Kota Malang, yang tentunya memiliki rasa maknyuss…Menu bakso solo pastinya sudah tidak asing di telinga para pecinta kuliner di Kota Malang. Tapi bagaimana dengan warung Bakso Solo DnD Sawahan? Kalau belum pernah mencicipi menu di sini, jangan pernah menganggap diri kalian sebagai pecinta kuliner yang handal. Warung Bakso DnD adalah salah satu warung bakso yang cukup memiliki nama di kota dingin ini. Memang namanya tidak setenar Bakso Kota Cak Man atau Bakso President, tetapi rasa baksonya tidak kalah dari bakso-bakso lainnya.
Pernah dengar nasi goreng “resek” (sampah)? Kemarin pada hari Sabtu tgl 22 November IKA-SABHATANSA.NET kembali melakukan wisata ke salah satu kuliner khas di kota Malang. Letaknya di sekitar perempatan kasin. Tapi saya sarankan jangan terlalu sering menyebut nasi goreng resek, apalagi di depan penjualnya. Bisa jadi bukan layanan ramah yang anda dapatkan, tapi sabetan kain serbet di muka yang anda terima. He he he. Nama asli dari kuliner ini adalah Nasi goreng Mawut Kasin. Awal mula mendapat julukan nasi goreng resek adalah karena cara masakanya yang terkesan arogan dan asal-asalan. Penggorengannya berukuran raksasa. Seperti yang biasa dijumpai di kamp pengungsian. Pada saat memasak sang bapak penjualnya kemudian memasukkan nasi, kol, mie kuning, tauge, kecap, dll dalam jumlah yang amat banyak. Setelah bahan-bahan itu dimasukkan dalam penggorengan kemudian diaduk dengan pengaduk yang tentunya berukuran ekstra juga. Mirip lah dengan cara ngaduk gula saat pembuatan dodol.
Malang - IKA-SABHATANSA kembali melakukan wisata kuliner dan menyajikan berita tentang kuliner di Kota Malang dan itu semua tak lengkap jika tidak menikmati salah satu makanan khasnya, bakso bakar. Sajian ini dapat Anda nikmati di kedai Bakso Bakar Pak Man yang ada di Jalan Diponegoro, Malang. Bakso bakar yang dirintis sejak Tahun 1997 ini menjadi jujugan warga Kota Malang sendiri maupun luar kota karena bumbunya yang khas. Apalagi jika dinikmati pada siang hari, rasa pedas bumbu bakso makin terasa dan membuat keringat semakin mengucur deras. Pak Man, si empu makanan ini mengaku dirinya hanya mengandalkan bumbu khas yang dimiliki untuk tetap menjaga ciri khas masakannya. "Bumbu ada tiga macam. Yang suka pedas, sedang, atau tanpa rasa pedas juga ada," katanya pada IKA-SABHATANSA
Untuk menjaga agar rasa bakso bakar tetap ada, Pak Man menyajikan makanan tanpa kuah. Sdangkan kuah untuk menambah menu makanan diberikan terpisah. Pembeli dapat menambah jenis menu biasa melengkapi menu masakan bakso. Untuk merasakan nikmatnya bakso bakar ini pembeli tidak harus merogoh kocek dalam-dalam. Bakso bakar dijual perbiji seharga Rp 1.500. Dalam penyajiannya, bakso yang telah matang dibakar menggunakan arang di tempat khusus. Sebelumnya bakso terlebih dulu ditaburi bumbu sesuai pesanan dari pembeli. Agar lebih terasa bumbunya dibakar bersamaan dengan bakso, masakan pun menjadi tambah sedap.. Bakso Bakar Pak Man buka sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB. Setiap harinya tempat ini selelu berjubel pembeli yang ingin menikmati bakso bakar pertama kali di Kota Apel ini.
Banyak pengunjung atau pembeli memilih untuk bumbu pedas, pedasnya bumbu bakso bakar Pak Man dijamin sangat terasa dilidah. apakah Anda tertantang dan ingin mencoba masakan khas Kota Malang ini?
Ia mengawali bisnis berjualan bakso sejak di Solo dan tahun 1965 ia bersama istrinya merantau ke Malang dan langsung berjualan di kawasan SMAN 2, namun masih dalam kondisi apa adanya dan bumbu-bumbu yang juga apa adanya, karena saat ini kondisi negara benar-benar susah. Pak Man yang kini sudah memiliki 9 orang cucu itu, pada tahun 1965 sama sekali tak menemui hambatan apalagi pesaing, sebab pada saat itu Pak Man adalah satu-satunya penjual bakso di Malang. Tahun demi tahun usaha penjualan bakso yang digelutinya banyak ditiru oleh warga Malang dan jadilah Pak Man sebagai "guru" sekaligus sumber dari cikal bakal bakso, mulai dari bakso halus, bakso kasar, bakso urat hingga bakso jamur yang saat ini juga mulai meramaikan wisata kuliner di Malang Raya.
Yang namanya dapur identik dengan tempat masak yang ribet karena banyak bahan makanan mentah dan alat-alat dapur. Dapur juga sering bikin para laki-laki tidak betah, bau bawang yang membuat mata berair juga gorengan bumbu-bumbu yang membuat bersin. Namun konsep dapur dihadirkan berbeda di Dapur Kota, bersih, cozy untuk tempat nongkrong, dan tetap murah untuk ukuran mahasiswa. Dapur Kota adalah sebuah pusat kuliner di bilangan Soekarno Hatta. (*) Siang itu beberapa stan nampak sibuk, maklum jam di dinding menunjukkan waktu makan siang. Tak heran jika Dapur Kota dipenuhi oleh pengunjung yang mulai lapar, saat itu sebagian pengunjung adalah para pekerja kantoran.Beberapa stan tampak mengepulkan asap, tanda sebentar lagi akan tersaji hidangan yang menggugah selera makan. Sementara di salah satu sudut tempat duduk tampak beberapa pengunjung sedang sibuk memilih menu makanan dan minuman yang disajikan sambil menikmati sajian musik di televisi yang dipasang di salah satu sudut ruangan.
Warung Hujan Seiring dengan perkembangan zaman, penghargaan manusia terhadap alam semakin berkurang. Keserasian manusia dengan alam pada akhirnya timpang dengan makin pesatnya pertumbuhan peradaban manusia. pemikiran itulah yang kemudian mengilhami berdirinya Warung Hujan. Sebuah warung yang berlokasi di jalan Saxophone 26 Malang yang menyatukan diri dengan konsep alam.(*) Bagi warga metropolis yang sudah jenuh dengan suasana kota yang pekat dengan debu, asap polusi kendaraan dan juga sesak dengan bangunan tinggi, maka Warung Hujan bisa dijadikan salah satu alternatif wisata kuliner sekaligus ajang relaksasi. Warung Hujan sendiri berlokasi di Jalan Saxophone 26 Malang, berjarak sekitar 20 menit dari pusat kota Malang jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor.
Resto Jawa dengan Menu Sedunia Kota Batu tidak hanya terkenal dengan objek wisata alam dan buatannya. Banyak juga objek wisata kuliner yang bisa dikunjungi saat bertamasya ke kota dingin itu. Mulai dari gerbang masuk Kota Batu hingga daerah puncaknya, banyak berdiri warung, depot dan resto yang menyajikan makanan istimewa serta menjual suasana dingin Kota Batu. Salah satunya adalah Waroeng Ba-be Restotainment.
Pecinta kuliner tak akan kesulitan menemukan resto ini karena lokasinya mudah dijangkau. Waroeng Ba-Be Restotainment terletak di Jalan Raya Beji nomor 142. Tepatnya berada di sebelah kiri jalan poros Malang-Batu. Dari arah Kota Malang, resto ini bisa ditempuh dengan menggunakan mobil pribadi, motor atau bahkan kendaraan umum, hanya dengan waktu 20 menit saja. Sedangkan jika dari arah Kota Batu, hanya memerlukan waktu 5 menit.
Kuliner Bebek Goreng merupakan jenis makanan yang tidak asing di Malang. Unggas yang sejenis dengan ayam ini banyak disajikan dengan menu lalapan bebek goreng atau bakar. Namun karena tekstur daging yang lebih alot dan terkadang ada bau yang lebih menyengat dibanding daging ayam, popularitas bebek cenderung lebih rendah dibanding saudara sejenisnya itu. Salah satu warung khusus menu Bebek Goreng adalah rumah makan Bebek Goreng Ducking. Disini pembeli dapat memilih menu paket atau daging bebek perpotong. Menu paket perporsinya dibandrol Rp 10.000, jika ingin nambah potongan bebek diluar menu paket, untuk daging dada dan paha dihargai perpotong Rp 9000.
Membeli paket komplet seharga Rp 10.000, pembeli akan mendapatkan satu potong paha atau dada, sepiring nasi plus sayur rendang daun singkong. Ditambah lagi dua jenis sambal, yaitu sambal kecap dan sambal khusus ala Bali. ”Sambalnya ada dua, kecap dan mata. Sambal mata itu aslinya dari Bali, bedanya sambal Mata disini digoreng dulu, tidak mentah seperti di Bali,” beber Yuyun, juru masak Bebek Ducking.
Daging bebek di warung ini memiliki tekstur lebih empuk dan tidak alot. Bau khas bebek pun tidak nampak pada potongan daging yang digoreng tidak begitu kering dengan rasa asli gurih. Yuyun menambahkan, daging bebek Ducking memang telah dipresto terlebih dahulu sebelum digoreng.Untuk sambalnya, rasa pedas sangat dominan di dua sambal. Jadi jika anda penyuka pedas maka sambal di bebek goreng Ducking akan cukup memuaskan lidah.