Jakarta - Google dan salah satu perusahaan domain raksasa dunia, GoDaddy, memilih hengkang dari China karena tak tahan dengan aturan yang serba ketat di negara itu. Namun kepergian mereka tak lantas diikuti perusahaan teknologi lain, Microsoft misalnya. Perusahaan ini bahkan ingin tetap bertahan. Tidak hanya untuk sekarang, tapi mungkin untuk selamanya. Dalam pernyataannya, raksasa software ini mengaku ingin tetap melanjutkan bisnis mereka di China. Berseberangan dengan Google, Microsoft memilih untuk menghargai dan mematuhi segala aturan yang dibuat oleh negeri tirai bambu tersebut.
beijing - Ketegangan Google-China makin menjadi. Setelah sebelumnya mengancam akan say good bye pada Negeri Tirai Bambu tersebut, kini Google 'menantang' China dengan memunculkan foto terlarang.Pernyataan Google yang mengatakan bahwa mereka tak akan mau lagi menyensor hasil pencarian di Google.cn terbukti. Sebuah foto sensitif yang sempat diblokir pemerintah, tiba-tiba dimunculkan Google.Foto yang dijuluki 'Tank Man' ini menggambarkan pria China yang berdiri tegap di barisan tank. Foto ini diambil pada tahun 1989. Ketika itu terjadi peristiwa besar, yakni demonstrasi Tiananmen yang dipimpin mahasiswa untuk memprotes kondisi ekonomi dan korupsi politikus, yang berujung pada jatuhnya ribuan nyawa.
Jakarta - Pengguna internet mana yang kini tak mengenal Twitter? Situs burung biru yang kicaunya semakin nyaring terdengar di Indonesia setahun belakangan. Simak perjalanannya dalam menapaki tangga kepopuleran."Twitter bukanlah jaringan sosial, melainkan sebuah jaringan informasi". Ungkapan itulah yang pernah dilontarkan oleh Evan Williams, co-founder Twitter. Twitter memang bukanlah kembaran Facebook, Friendster, MySpace, Multiply atau situs jejaring lainnya. Ia tidak dipenuhi oleh berbagai macam foto, wall ataupun fitur-fitur lainnya.
Jakarta - Kasus caci maki Luna Maya terhadap wartawan infotaiment di akunTwitternya merupakan imbas dari fenomena baru yang hadir di masyarakat. Fenomena dunia virtual atau dunia maya. Seperti dituturkan oleh Dimitri Mahayana, Chief of Sharing Vision, sebuah lembaga riset telematika Menurutnya, saat ini masyarakat telah melakukan kesalahan logika dalam melihat dunia maya. Dunia maya dianggap adalah dunia yang terpisah dengan dunia nyata dan bukan kepanjangan dari dunia nyata. "Kalau dunia maya dianggap berbeda dengan dunia nyata maka etika, moral dan aturan lain yang mengikuti manusia harus dibuat untuk dunia maya.
Jakarta - Plurk, layanan mikroblogging yang populer di sebagian wilayah Asia, meradang pada Microsoft. Plurk mengklaim bahwa sebuah situs yang dibesut Microsoft China, secara terang-terangan mencontek desainnya.Situs mikroblogging bernama MSN Juku itu baru saja meluncur di Negeri Tirai Bambu belum lama ini. Menurut Microsoft, MSN Juku adalah inovasi lokal yang dikembangkan MSN China berbasis jaringan Windows Live Messenger. Namun, dilansir ComputerWorld dan dikutip IKA-SABHATANSA.NET, Selasa (15/12/2009), Plurk menilai situs itu menjiplak pihaknya. Bahkan beberapa media lokal China pun setuju tentang banyaknya kemiripan antara Plurk dan MSN Juku.
Jakarta - Dua perusahaan besar Google dan Facebook kini mulai terjun ke bisnis layanan pemendekan URL. URL yang panjang seringkali dinilai tidak efisien dan memakan banyak tempat. URL shorteners alis pemendek URL sekarang masih didominasi oleh Bit.ly. Ketenaran bit.ly ini tak lepas dari para pengguna Twitter yang memanfaatkan layanan tersebut untuk menyertakan link agar tetap masuk dalam kapasitas 140 karakter yang ditawarkan Twitter.
Jakarta - Sudah saatnya pengguna Facebook lebih memperhatikan privasi mereka di jagat maya. Banyaknya kasus kekerasan maupun penipuan yang memanfaatkan data-data pribadi di internet, sudah harus disadari para Facebooker agar tidak terjerumus kasus serupa. Itulah salah satu alasan Facebook mengajak warganya untuk mulai mengubah settingan privasi mereka agar lebih terkontrol. Pesan ini disampaikan lewat pesan pop-up yang muncul ketika pengguna Facebook log-in ke akun mereka hari ini.
Bandung - Telkom Bandung sukses membukukan revenue Rp 15 miliar per bulan. Kesuksesan ini dipercaya karena pengaruh situs jejaring sosial yang sedang menjadi tren di masyarakat. Demikian diungkapkan oleh Irwan Sobrian, Corporate Secretary Datel Bandung, Jalan Lembong, Senin (7/12/2009). "Belum ada penelitian secara langsung. Tapi kita melihat kebiasaan dan tren masyarakat kita yang sedang gandrung Facebook," ujarnya. Namun, imbuhnya, tak hanya karena facebook semata yang membuat revenue Telkom menembus Rp 15 miliar per bulan. Blog dan guru pun memiliki peran yang cukup besar. Pelatihan blog yang selama ini rutin digelar mendorong penetrasi internet. "Pelatihan blog di sekolah-sekolah yang selama ini kita jalankan juga meningkatkan sales. Walaupun tidak secara langsung," ungkapnya.